Cakupan sumber dan pemantauan real-time
NIRES memantau 3.000+ media online dan 5 platform media sosial, serta memantau, menyaring, dan menganalisis isu, tren, aktor kunci, sentimen, dan persebaran geografis secara real-time.
Panduan untuk panitia pengadaan
KAK media monitoring yang baik menjelaskan secara terukur apa yang harus dipantau, dianalisis, dan dihasilkan oleh sistem, bukan sekadar menyebut nama aplikasinya. Halaman ini merangkum poin spesifikasi teknis yang umumnya perlu dicantumkan dalam KAK atau TOR, beserta cara platform media monitoring NIRES dari Artha Solusi Indonesia memenuhi setiap poinnya.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of Reference (TOR) adalah dokumen yang menjadi dasar bagi PPK, pokja pemilihan, dan calon penyedia untuk memahami kebutuhan instansi. Dalam pengadaan software media monitoring, KAK yang terlalu umum menyulitkan evaluasi, sedangkan KAK yang terlalu sempit dapat mengunci kebutuhan pada satu produk tertentu. Keseimbangannya ada pada spesifikasi yang berbasis fungsi dan hasil kerja.
Secara umum, KAK media monitoring perlu menjawab lima hal: latar belakang dan tujuan pemantauan, cakupan sumber data, kemampuan analisis yang dibutuhkan, keluaran (output) yang diharapkan, serta dukungan implementasi seperti penggelaran, integrasi, dan pelatihan. Checklist di bawah ini dapat dijadikan titik awal dan disesuaikan dengan mandat serta ketentuan pengadaan yang berlaku di instansi Anda.
Poin-poin berikut lazim dicantumkan dalam TOR media monitoring. Sesuaikan detail, jumlah, dan indikatornya dengan kebutuhan instansi.
Berikut pemetaan checklist di atas ke kapabilitas yang tercantum dalam spesifikasi NIRES.
NIRES memantau 3.000+ media online dan 5 platform media sosial, serta memantau, menyaring, dan menganalisis isu, tren, aktor kunci, sentimen, dan persebaran geografis secara real-time.
Relevant Issues Filtering Engine menyaring isu yang relevan, Narrative Event Detection mendeteksi perkembangan narasi dengan AI/LLM, dan Trend & Escalation Assessment menilai potensi eskalasi.
Strategic Response Advisor menghasilkan rekomendasi respons berbasis AI. Response Task Management mengelola penugasan, konten, target kanal, dan eksekusi secara terstruktur.
Publikasi rilis dan berita otomatis ke hingga 300 media berita online, serta pengelolaan konten dan interaksi pada hingga 1.000 akun resmi instansi di 5 platform media sosial, dengan persetujuan berjenjang.
Dashboard terintegrasi dengan kustomisasi antarmuka, API Connector, RBAC, dan multi-tier approval untuk tata kelola akses dan persetujuan di internal instansi.
Metrik, tren, komparasi, dan ringkasan eksekutif berbasis AI melalui Digital Sentiment Assessment dan Media Impact Assessment. ASI mendampingi penggelaran, integrasi, dan pelatihan operator.
Uraikan isu atau program apa yang ingin dipantau dan keputusan apa yang ingin didukung. Tujuan yang jelas memudahkan penentuan fitur yang benar-benar dibutuhkan.
Nyatakan kemampuan yang dibutuhkan, misalnya analisis sentimen atau deteksi narasi, beserta keluaran yang diharapkan, tanpa mengunci pada merek atau produk tertentu.
Tentukan bentuk laporan, frekuensi, dan penerimanya, misalnya ringkasan eksekutif untuk pimpinan dan dashboard untuk tim humas.
Cantumkan kebutuhan pembagian peran, persetujuan berjenjang, dan integrasi data agar sistem sesuai dengan struktur organisasi instansi.
Masukkan penggelaran, integrasi, dan pelatihan operator sebagai bagian dari lingkup pekerjaan agar sistem benar-benar dapat dioperasikan setelah serah terima.
Setiap modul memiliki halaman penjelasan yang dapat dijadikan rujukan saat merinci spesifikasi teknis media monitoring.
Catatan: halaman ini adalah panduan umum untuk membantu penyusunan KAK/TOR, bukan nasihat hukum. Ikuti ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah yang berlaku dan kebijakan internal instansi Anda.
Secara umum KAK media monitoring memuat latar belakang, tujuan, cakupan sumber data (media online dan media sosial), kemampuan analisis seperti sentimen, aktor, geografis, dan narasi, keluaran berupa dashboard dan laporan, tata kelola akses, serta dukungan penggelaran, integrasi, dan pelatihan operator. Detailnya disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan pengadaan instansi.
Dalam praktik pengadaan di Indonesia, KAK dan TOR umumnya merujuk pada dokumen yang sama, yaitu kerangka acuan yang menjelaskan latar belakang, tujuan, lingkup, dan keluaran pekerjaan. Istilah KAK lazim digunakan dalam dokumen pengadaan pemerintah, sedangkan TOR sering dipakai dalam konteks korporasi atau proyek.
Tuliskan fungsi dan hasil yang dibutuhkan, misalnya pemantauan real-time atas isu dan sentimen, deteksi narasi, RBAC, persetujuan berjenjang, dan API Connector, beserta indikator yang dapat diverifikasi. Hindari menyebut nama produk atau fitur khas satu penyedia agar evaluasi tetap objektif.
Tim PT Artha Solusi Indonesia dapat menjelaskan kapabilitas NIRES, alur sebelas modulnya, serta lingkup penggelaran, integrasi, dan pelatihan operator. Hubungi info@arthasolusiindonesia.com untuk berdiskusi. Keputusan isi dan proses pengadaan tetap sepenuhnya menjadi kewenangan instansi.
Solusi terkait
NIRES, software media monitoring dari Artha Solusi Indonesia: pemantauan, analisis AI, respons, dan evaluasi dampak dalam satu platform.
Monitoring isu pemerintah dan isu publik secara real-time untuk kementerian, lembaga, dan pemda, dari deteksi hingga respons terukur.
Membandingkan jasa media monitoring berbasis kliping dengan memiliki platform NIRES yang dioperasikan sendiri, didampingi Artha Solusi Indonesia.
Langkah berikutnya
Diskusikan kebutuhan instansi Anda bersama tim Artha Solusi Indonesia, termasuk penggelaran, integrasi, dan pelatihan operator NIRES.